luxboy, 03.05.2010 - 4:57 am
Ini sebuah kisah nyata pertengkaran hebat suami istri yang gak sepantasnya dicontoh, apalagi melibatkan anak-anak. Mohon dijadikan pelajaran. Begini ceritanya:
Ratna adalah seorang ibu rumah tangga yg selalu setia pada suaminya. Dia selalu menunggu kedatangan suaminya pulang dari kantor utk menyambutnya dengan cinta dan kasih sayang. Suatu hari, Ratna ingin memasakkan makanan istimewa untuk suaminya. Dia menelpon handphone sang suami untuk menanyakan apa makanan yg diinginkannya hari itu.
Ah… ternyata pulsa Ratna habis. Dia berteriak pada Tono, anaknya yg sedang bermain PS di lantai atas. “Ton…tolong teleponin*hp papamu, pulsa mama habis nih. Bilang sama papa, mama nanyain papa mau makan apa hari ini.”
“Iya ma,” jawab Tono.
Tak lama kemudian Tono turun. “Sudah 3 kali Tono telpon, tapi papa nggak jawab ma, yang jawab malah cewek,” ujar Tono. Muka Ratna merah padam tapi dia berusaha menahan kemarahan di depan anaknya. “Ya sudah kamu naik ke atas,” katanya.
Sorenya sang suami pulang dan tanpa basa basi Ratna langsung memukulnya dengan sapu di rumah tanpa ampun.
Sang suami berteriak teriak kesakitan. Ratna tidak peduli, kemarahannya memuncak. Para tetangga berdatangan dan melerai, pak RT juga datang.
Setelah disabarkan, Ratna menanyakan pada suaminya siapa wanita yang diselingkuhinya. Sang suami membantah, mereka saling.tuduh. Akhirnya Tono dipanggil. “Ini saksinya anakmu. 3 kali dia
menelpon hpmu, yang jawab pelacurmu itu,” ujar Ratna kasar. “Bilang Ton, apa bener kamu denger cewek ngangkat hp papa???”
“i..i..i..yaaa pa.”
“Hah bohong kamu.!!!!!!. Emang cewek itu bilang apa.?????”
“Di… di…. di.. aa bilang:”
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar servis area. Cobalah beberapa saat lagi.
dasar anak durhaka kau
Sorry, Gayleen, but I side with Cori and DCPS here.Under all the metaphysical bfgalefab, Grymm the Pleasant is making an argument based on the premise that peanut butter is sweeter and darker than chocolate. That is only true if you compare the very sweetest commercial peanut butter (the kind that has icing-sugar added to a hydrogenated mixture) to the very least sweet chocolate (unsweetened bakers chocolate that has been aging long enough to develop a whitish film on top).Nobody with taste eats either of these things. I am surprised that someone like you, who rails against the low standards of popular culture, would fall into such a plebian trap.If you compare natural peanut butter to a Bernard Callebaut confection, it is clear that chocolate is yin and peanut butter is yang.QED
mAntap ,,,,
:18: kurang ajar banget tu anak,,,,,,,:16:
:16: bisa aja tuh anak…
wah kUrang ajar juga ya……..!!!!!!!!!!!!:12: